FAUZI AMRO SAMBUT GREEN CONNECT #4: SOLUSI BERBASIS ALAM PERKUAT TATA KELOLA KARBON UNTUK PEMBANGUNAN RENDAH EMISI DAN BERKELANJUTAN
Pekanbaru, 27 Oktober 2026 — Upaya memperkuat tata kelola karbon dan mendorong pembangunan rendah emisi yang inklusif dan berkelanjutan menjadi fokus utama dalam kegiatan Green Connect #4 yang diselenggarakan secara daring melalui Zoom pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Mengangkat tema “Solusi Berbasis Alam: Memperkuat Tata Kelola Karbon untuk Pembangunan Rendah Emisi yang Inklusif dan Pembangunan Berkelanjutan”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi strategis bagi pemerintah, akademisi, praktisi, lembaga internasional, serta para pemangku kepentingan untuk memperkuat kolaborasi dalam pengelolaan sumber daya alam dan pengembangan ekonomi hijau, khususnya di Provinsi Riau.
Melalui forum ini, solusi berbasis alam atau Nature-based Solutions (NbS) didorong sebagai salah satu pendekatan penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Pendekatan tersebut menempatkan perlindungan, pengelolaan, dan pemulihan ekosistem sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi gas rumah kaca, menjaga keanekaragaman hayati, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hadirkan Pemerintah, Akademisi, dan Praktisi
Green Connect #4 menghadirkan sejumlah tokoh nasional dan pakar dari berbagai bidang untuk berbagi pandangan, pengalaman, serta gagasan terkait tata kelola karbon dan pembangunan berkelanjutan.
Sesi keynote speaker menghadirkan Rohmat Marzuki, S.Hut., Wakil Menteri Kehutanan; H. Fauzi Amro, S.Pt., M.Si., Ketua Umum DPP Himpunan Alumni IPB University; serta Prof. Drs. Jaina Supriatna, Ph.D., Direktur Eksekutif Dana Ilmu Pengetahuan Indonesia dan Guru Besar UI.
Sementara itu, sesi welcoming remarks disampaikan oleh Bambang Arifiatni, Ph.D., GLS, Country Coordinator UNEP UN-REDD di Indonesia.
Kehadiran para pembicara tersebut diharapkan dapat memperkaya perspektif mengenai pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah, pengembangan ilmu pengetahuan, dukungan kelembagaan, dan keterlibatan berbagai pihak dalam mewujudkan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Bahas Tata Kelola Karbon dan Peluang Ekonomi Hijau
Diskusi juga menghadirkan sejumlah narasumber dengan keahlian di bidang pemerintahan, keuangan, investasi, kehutanan, konservasi, dan pemberdayaan ekonomi.
Para narasumber tersebut meliputi Dr. Syahrial Abdi, A.P., M.Si., Sekretaris Daerah Provinsi Riau; Moh. Fredly Nasution, Kepala OJK Riau; Bangkit Oetomo, Investment Associate, Impact and Blended Finance Specialist; Novia Widyaningtyas, S.Hut., M.Sc., Staf Ahli Bidang Revitalisasi Industri Kehutanan, Kementerian Kehutanan; serta Endah Tri Kurniawati, S.Hut., M.E., MPA, Direktur Pengembangan dan Pengembangan Dana BPDLH.
Turut hadir Prof. Rahmawaty, S.Hut., M.Si., Ph.D., Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU); Robi Royana, Strategic and Conservation Innovation Director WWF Indonesia; serta Inten Galih Pratiwi, Department Head Small Business Pekanbaru.
Diskusi dimoderatori oleh Dr. Erwin Widodo, Ph.D., GLS, Senior Advisor Penabulu Foundation.
Beragam perspektif tersebut menjadi penting untuk membahas bagaimana tata kelola karbon dapat dikembangkan secara lebih efektif, termasuk melalui penguatan kebijakan, pembiayaan hijau, investasi berdampak, konservasi hutan, serta keterlibatan pelaku usaha dan masyarakat.
Riau sebagai Bagian Penting Transisi Menuju Pembangunan Rendah Emisi
Sebagai salah satu provinsi dengan kekayaan sumber daya alam dan ekosistem hutan yang penting, Riau memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pengembangan ekonomi hijau.
Penguatan tata kelola karbon membutuhkan kerja sama lintas sektor agar upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam konteks tersebut, solusi berbasis alam dapat menjadi instrumen untuk mendorong pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang pembiayaan dan investasi yang mendukung pembangunan rendah emisi.
Kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan komunitas lokal menjadi salah satu faktor penting untuk memastikan bahwa manfaat pembangunan berkelanjutan dapat dirasakan secara lebih luas dan inklusif.
Perkuat Kolaborasi untuk Masa Depan yang Berkelanjutan
Kegiatan Green Connect #4 juga menghadirkan Melani Massie dan Nabilla Saraswita, S.Hut., sebagai pembawa acara (MC), yang merupakan Project Coordinator dari Pesona Tropis Alam Indonesia (PETAI).
Forum ini diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan jejaring antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong lahirnya gagasan dan inisiatif nyata dalam mendukung pengelolaan karbon serta pelestarian lingkungan.
Melalui Green Connect #4, upaya membangun masa depan rendah emisi tidak hanya ditempatkan sebagai agenda lingkungan, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pembangunan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan ekologi.
Dengan memperkuat kolaborasi dan mengoptimalkan solusi berbasis alam, Riau diharapkan dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.